MKcFF1HGV2DPvVbWNgdht7btX7dQr3BVPEQS9h6n

Danau Kelimutu Tiga Warna, Legenda yang Bikin Penasaran!

Pernah dengar tentang Danau Kelimutu di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT)? Danau ini bukan cuma terkenal karena tiga warnanya yang bisa berubah, tapi juga menyimpan berbagai cerita menarik dan tradisi lokal yang masih dipercaya masyarakat hingga sekarang.

Dua pria mewakili legenda Ata Bupu dan Ata Polo di Danau Kelimutu, mengenakan pakaian adat Flores, berlatar pegunungan vulkanik sebelum terbentuknya danau tiga warna.

Danau ini dipercaya menjadi tempat arwah berkumpul, tergantung dari bagaimana seseorang menjalani hidupnya. Penasaran dengan asal-usul dan rahasia di balik Danau Kelimutu? Yuk, simak ceritanya sampai habis!

Danau Kelimutu Ditemukan Penjelajah Belanda, Dipopulerkan Lukisan

Foto Danau Kelimutu wisata populer di pulau Flores dengan legenda tiga warna.

Kisah Danau Kelimutu dimulai pada tahun 1915, saat seorang komandan militer Belanda bernama Van Such Telen menemukan danau ini. Tapi waktu itu, belum banyak yang tahu soal keunikan danau dengan tiga warna ini.

Baru pada tahun 1929, seorang pelukis bernama Y. Bouman melukis keindahan Danau Kelimutu, membuat tempat ini mulai dikenal luas. Sejak saat itu, banyak wisatawan dari dalam dan luar negeri yang penasaran dan ingin melihat langsung fenomena alam yang langka ini.

Bahkan, keindahan Danau Kelimutu sempat diabadikan di uang kertas Rp5.000 yang beredar dari tahun 1992 hingga 2001. Kalau kamu pernah melihat uang kertas itu, pasti tahu gambar ikonik danau ini!

Foto Uang kertas Lima Ribu Rupiah Gambar Danau Kelimutu

Legenda Konde Ratu, Kisah Penguasa di Puncak Gunung Kelimutu

Di balik pemandangannya yang menakjubkan, Danau Kelimutu menyimpan cerita rakyat yang berkembang turun-temurun. Menurut masyarakat lokal, puncak Gunung Kelimutu disebut Bhûa Ria, yang diyakini sebagai tempat tinggal Konde Ratu, seorang penguasa yang menjaga dan melindungi wilayah ini.

Konde Ratu memiliki dua pengikut setia yang dikenal karena kekuatan mereka:

1. Ata Bupu - Sosok baik yang melindungi dan menolong orang lain.

2. Ata Polo - Sosok yang cenderung melakukan hal buruk dan suka mengganggu manusia.

Suatu hari, Ata Polo ingin memangsa sepasang anak yatim piatu bernama Koo Fai dan Nuam Muri. Untuk melindungi mereka, Ata Bupu membawa kedua anak ini ke dalam perut bumi agar terhindar dari Ata Polo. Sayangnya, karena terus dikejar, mereka semua akhirnya hilang dan terkubur di dalam tanah.

Beberapa waktu setelah kejadian ini, muncul tiga danau dengan warna yang berbeda-beda di lokasi mereka menghilang. Masyarakat percaya, warna danau ini melambangkan tempat arwah-arwah tersebut bersemayam.

Makna Tiga Warna di Danau Kelimutu

Foto Tiwu Ata Bupu dan Tiwu Nuwa Muri Koo Fai  nama danau di Kelimutu.

Setiap danau di Kelimutu memiliki warna berbeda yang berubah-ubah seiring waktu. Menurut kepercayaan lokal, setiap warna punya makna tersendiri yang berkaitan dengan perjalanan arwah setelah meninggal dunia.

Tiwu Nuwa Muri Koo Fai - Danau Biru Kehijauan

Danau ini dipercaya sebagai tempat berkumpulnya arwah orang yang meninggal di usia muda. Warna biru atau hijau melambangkan semangat muda yang masih penuh energi dan harapan.

Tiwu Ata Polo - Danau Merah Kecoklatan

Danau ini diyakini sebagai tempat berkumpulnya arwah orang yang semasa hidupnya suka berbuat buruk. Warna merah kecoklatan diartikan sebagai simbol amarah atau kegelisahan.

Tiwu Ata Bupu - Danau Putih Kehijauan

Danau ini menjadi tempat arwah para orang tua atau leluhur yang meninggal dalam keadaan baik. Warna putih kehijauan dianggap melambangkan kebijaksanaan dan kedamaian.

Upacara Pati Ka Du'a Bapu Ata Mata, Tradisi Menghormati Arwah

Sampai sekarang, masyarakat di sekitar Danau Kelimutu masih menjalankan upacara sakral bernama Pati Ka Du’a Bapu Ata Mata. Ritual ini dilakukan sekali setahun untuk menghormati dan memberikan sesaji kepada arwah yang diyakini bersemayam di tiga danau tersebut.

Dalam upacara ini, warga membawa sesajen berupa hasil bumi seperti beras, daging, dan sirih pinang. Tujuannya agar arwah tetap merasa dihormati dan tidak mengganggu kehidupan masyarakat sekitar.

Kenapa Warna Danau Kelimutu Bisa Berubah?

Foto Danau Kelimutu dengan tiga warna air danau yang unik.

Secara ilmiah, beberapa penelitian menyebutkan bahwa perubahan warna Danau Kelimutu disebabkan oleh aktivitas vulkanik di bawahnya. Gas yang muncul dari dalam bumi bercampur dengan mineral di dasar danau, menghasilkan reaksi kimia yang membuat warna air berubah dari waktu ke waktu.

Yang unik, tidak ada yang bisa memprediksi kapan danau akan berubah warna. Bahkan, setiap danau bisa memiliki warna berbeda di waktu yang sama, membuat Danau Kelimutu semakin istimewa.

Danau Kelimutu, Tempat Mencari Ketenangan Presiden Soekarno

Ada satu cerita menarik lainnya. Konon, dulu Presiden Soekarno pernah datang ke Danau Kelimutu untuk bersemedi atau mencari ketenangan batin. Beliau percaya bahwa tempat ini memiliki energi alami yang bisa membawa kedamaian dan pencerahan.

Bahkan, beberapa pengunjung mengatakan pernah merasakan suasana yang hening dan khidmat saat berada di sekitar danau. Kalau berkunjung ke sini, coba rasakan sendiri suasananya, siapa tahu kamu juga merasakan hal yang sama!

Danau Kelimutu Destinasi Wisata Unik di Nusa Tenggara Timur

Walaupun menyimpan banyak cerita dan tradisi, Danau Kelimutu tetap menjadi destinasi wisata unggulan di NTT. Keindahannya yang luar biasa, ditambah dengan berbagai kisah menarik di baliknya, membuat banyak orang penasaran untuk datang langsung dan melihat sendiri keajaiban ini.

Jika kamu suka menjelajah tempat unik dan penuh cerita, Danau Kelimutu wajib ada di daftar perjalananmu. Selain menikmati pemandangan alam yang memukau, kamu juga bisa menyelami berbagai tradisi dan sejarah lokal yang kaya makna.

Posting Komentar